Penguatan Guru Muda #1

Pelatihan Penguatan Guru Muda SMA Damai telah dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, melalui media daring menggunakan aplikasi Zoom. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik, khususnya para guru muda, agar semakin siap dan kompeten dalam menjalankan tugas pelayanan pendidikan.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperlengkapi guru muda SMA Damai agar mampu melaksanakan proses pembelajaran yang lebih efektif, reflektif, dan relevan dengan perkembangan peserta didik di era saat ini. Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan siswa serta kemampuan membangun relasi yang bermakna.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Kepala SMA Damai, Bapak Vincencius Mujiyana. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan sebuah kalimat sederhana namun sarat makna: “Kita ini masih disebut guru jika kita punya murid.” Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa esensi seorang pendidik bukan hanya terletak pada jabatan, melainkan pada relasi, tanggung jawab, dan kehadiran nyata dalam mendampingi peserta didik untuk bertumbuh.

Beliau juga menegaskan kembali pentingnya empat standar kompetensi pendidik yang harus terus dikembangkan, yaitu:

  1. Kompetensi Pedagogik – kemampuan memahami karakteristik peserta didik serta merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif.
  2. Kompetensi Kepribadian – integritas, keteladanan, dan kedewasaan sikap sebagai figur yang digugu dan ditiru.
  3. Kompetensi Profesional – penguasaan materi pembelajaran secara mendalam dan berkelanjutan.
  4. Kompetensi Sosial – kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara positif dengan siswa, rekan sejawat, serta orang tua.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru muda SMA Damai semakin mantap dalam panggilan profesinya serta mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, humanis, dan berdampak nyata bagi perkembangan karakter maupun akademik siswa.

SMA Damai terus berkomitmen membangun budaya belajar tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidiknya. Karena guru yang terus bertumbuh akan melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter.